Pola Makan Sehat Untuk Mencegah Hipertensi

Pola makan sehat untuk mencegah hipertensi adalah dengan mengurangi konsumsi lemak yang berlebih. Pembatasan konsumsi lemak sebaiknya dimulai sejak dini sebelum hipertensi muncul, terutama pada orang yang mempunyai riwayat hidup keturunan hipertensi dan pada orang menjelang lanjut usia. Sevaiknya mulai umur 40 tahun pada wanita agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi lemak pada usia mendekati menopause. Prinsip utama dalam melakukan pola makan sehat adalah gizi seimbang dengan mengonsumsi berbagai makanan yang seimbang dari kualitas dan kuantiitasnya yang terdiri dari :

  1. Sumber karbohidrat : biji-bijian
  2. Sumber protein hewani : ikan, unggas, daging putih, putih telur, susu rendah lemak.
  3. Sumber protein nabati : kacang-kacangan dan polong-polongan serta hasil olahannya
  4. Sumber vitamin dan mineral : sayur dan buah-buahan segar

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normak. Batas tekanan darah normal bervariasi dengan usia. Berbagai faktor dapat memicu terjadinya hipertensi, walaupun sebagian besar (90%) penyebab hipertensi tidak diketahu (hipertensi esensial). Penyebab hipertensi atau darah tinggi dapat dikelompokkan dalam enam kelompok yakni peningkatakn aktivitas sistem renin-angiostenin, peningkatan aktivitas gluko-kortikoid, peningkatan reabsorbsi  Natrium, peningkatakn volume plasma dan peningkatan aktivitas vasokonstriktor.

Pola makan sehat untuk mencegah hipertensi dilakukan dengan mencegah terjadinya penyakit lanjut yakni stroke atau infark jantung. Makanan yang harus dihindari dan dibatasi adalah :

  1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, minyak  kelapa, koyor, gajih)
  2. Makanan yang diolah dengan menggunakan natrium (biskuit, crecker, keripik, dan makanan kering yang asin)
  3. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon, ikan asin, pindang, udang kering, telur asin, selai kacang)
  4. Susu full cream, mentega, margarine, keju mayyonaise, erta sumber protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah (sapi, kambing), kuning telur, kulit ayam.
  5. Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat, saus sambal, tauco serta bumbu penyedap lain pada umumnya mengandung garam natrium
  6. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian, tape, nanas.

Pola makan sehat untuk mencegah hipertensi juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi kedelai. Kedelai meriupakan salah satu alternative terbaik ntuk dikonsumsi penderita hipertensi, karena kedelai  banyak mengandung fito kimia, yaitu fitosterol da fito estrogen. Fitosterl adalah fito kimia yang berperab menghambat penyeraoan kolesterol sehingga dapat menurunkan penyerapan kolesterol total dan menurunkan kadar kolesterol darah.

Posted in Tanda-Tanda Darah Tinggi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tanda-tanda Darah Tinggi Selama Hamil

Seorang wanita dapat mengidap tanda-tanda tekanan darah tinggi selama hamil atau juga bisa sebelum hamil. Artinya, kehamilan dapat menyebankan tekanan darah tinggi, seperti munculnya kelainan preeklampsia (keracunan kehamilan) yang dibarengi dengan edema (bengkak), dan keruhnya air seni karena mengandung protein yang cukup banyak. Penyebab utama darah tinggi saat hamil adalah tekanan darah tinggi esensial dan penyakit ginjal.

Tekanan darah tinggi essensial disebabkan oleh faktor keturunan, lingkungan dan emosi yang labil. Biasanya, pada kehamilan lebih dari 30 minggu, sekitar 30% tanda-tanda darah tinggi selama hamil akan merasakan kenaikan tekanan darah, tetapi tanpa menunjukkan adanya gejala. Selain itu, sekitar 20% tanda-tanda darah tinggi selama hamil bisa disertai dengan keruhnya air seni (air seni mengandung protein) dan edema (bengkak). Kenaikan tekanan darah ini dapat disertai dengan keluhan sakit kepala, nyeri ulu hati (epigastrium), mual, muntah, dan gangguan penglihatan.

Penyakit ginjal dapat menyebabkan tanda-tanda darah tinggi selama hamil juga. Hal ini disebabkan oleh adanya peradangan-peradangan pada beberapa bagian ginjal yang akut atau kronis. Biasanya peradangan ini akan disertai dengan tanda-tanda darah tinggi meningkatnya suhu badan dan gangguan buang air kecil.

Untuk mengatasinya,wanita hamil dianjurkan untuk istirahat yang cukup, dapat mengendalikan emosi, dan jangan bekerja terlalu berat. KOnsumsilah makanan yang tinggi protein, rendah hidrat arang, rendah leak, dan rendah garam. Selain itu, lakukan perawatan yang intensif selama kehamilan, persalinan, dan setelah melahirkan. Lakukan pengobatan terhadap penyakit tekanan darah tingginya sesuai dengan anjuran dokter.

Posted in Tanda-Tanda Darah Tinggi | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Minuman Untuk Penderita Darah Tinggi

Penyakit hipertensi atau darah tinggi merupakan suatu keadaan, dimana tekanan darah seseorang berada pada tingkat di atas normal. Tekanan darah sistolik normal adalah 120-140 mmHg. Sementara tekanan darah diastolik normal adalah 85-90 mmHg. Penyakit darah tinggi bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang berhubungan dengan gaya hidup, seperti diet yang buruk, merokok, kurang olahraga, dan stres.

Pengobatan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologis dan nonfarmakologis. Selain mengkonsumsi obat-obatan dan berolahraga, menjaga pola makan merupakan hal yang mutlak diperlukan. Pengaturan pola makan meliputi pengurangan asupan kalori, terutama bagi penderita yang mengalami kegemukan, membatasi asupan garam, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.

Buah dan sayuran untuk menurunkan tekanan darah tinggi antara lain apel, belimbing, kesemek, asparagus, belimbing wuluh, buncis, kapri manis, mentimun, selada (lettuce), seledri dan wortel.

Jus Untuk Penderita Darah Tinggi

1. Cara Pertama

Bahan-Bahan :

- 100 gram buah belimbing
- 3 sendok makan air jeruk nipis
- 1/2 gelas air matang
- 3/4 gelas es serut halus

Cara Pemakaian :

- Belimbing di potong-potong
- Lalu campur semua bahan dan blender
- Hidangkan segera saat masih dingin

2. Cara Kedua

Bahan-Bahan :

- 100 gram asparagus muda
- 1/4 gelas air jeruk
- 1/2 gelas jus nanas
- 1 sendok makan gula merah
- 2 sendok makan air jeruk nipis
- 1/4 sendok teh garam
- 1/4 gelas air es

Cara Pemakaian :

- Asparagus di potong-potong
- Lalu dicampur bersama semua bahan dan blender
- Hidangkan saat masih dingin

3. Cara Ketiga

Bahan-Bahan :

- 100 gram asparagus
- 2 sendok makan air jeruk nipis
- 50 gram seledri
- 100 gram apel
- 1 sendok makan madu
- 100 ml air matang
- 100 ml es batu

Cara Pemakaian :

- Semua bahan di campur dan masukkan ke dalam juice extractor
- Hidangkan dengan es batu

Posted in Tanda-Tanda Darah Tinggi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Tanda-Tanda Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menimbulkan banyak permasalahan, seperti penyakit jantung, ginjal dan penyakit pembuluh darah otak (stroke)

Tanda-Tanda Penyakit Tekanan Darah Tinggi

- Sakit kepala yang berulang-ulang

- Jantung berdebar-debar dan sesak nafas ketika gerak badan atau melakukan pekerjaan ringan

- Merasa lemah

- Pusing tujuh keliling (vertigo)

- Terkadang sakit pada dada

- Kadang-kadang sakit pada bahu kiri

Semua tanda-tanda penyakit tersebut diatas dapat pula disebabkan oleh penyakit lain. Oleh karena itu, jka seseorang mengira dirinya menderita tekanan darah tinggi, maka segera pergi ke dokter untuk mengukur tekanan darahnya.

Pencegahan Darah Tinggi

- Orang yang mempunyai berat badan berlebih harus mengurangi beratnya

- Hindari makanan berlemak (terutama lemak babi) dan makanan yang mengandung banyak tepung dan gula. Pakailah selalu minyak sayur, jangan menggunakan minyak babi

- Kurangi makan gram atau tidak makan garam sama sekali

- Apabila tekanan darahnya sangat tinggi, petugas kesehatan yang gemuk dapat memberikan obat untuk menurunkannya. Banyak penderita yang gemuk dapat menurunkan tekanan darah mereka dengan mengurangi berat badan dan membiasakan hidup santai.

Posted in Tanda-Tanda Darah Tinggi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyebab Darah Tinggi

Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi ditandai dengan naiknya tekanan darah di atas 140 mmHg sistolik dan diatas 90 mmHg diastolik sebab menurut standar WHO, tekanan darah yang normal adalah 100-140 mmHg sistolik dan 60-90 mmHg diastolik. Penyebab penyakit belum terungkap dengan pasti, namun faktor-faktor resiko penyakit ini yang telah diidentifikasi oleh pada ahli antara lain adalah faktor keturunan, umur, obesitas, alkohol, rokok, kurang aktivitas, dan kelebihan konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan garam.

Naiknya tekanan darah berkaitan erat dengan emosi terutama emosi yang negatif, misalnya cemas, takut dan perasaan marah yang berlebihan. Meskipun emosi hanya muncul sebentar tetap akan menyebabkan energi terkuras. Energi yang  hanya membuat orang tegang itu menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat dan tekanan darah meningkat. Meningkatnya tekanan darah ditandai dengan gejala-gejala seperti pusing, muka merah, sakit kepala, tengkuk terasa pegal, dan tiba-tiba keluar darah dari hidung.

Tekanan darah tinggi yang tidak segera diatasi dapat mengakibatkan serangan jantung, ginjal, perdarahan pada selaput bening mata (retina), dan yang paling ditakutkan adalah terjadinya kelumpuhan dan disebabkan pecahnya pembuluh darah di otak (stroke). Stroke bisa bersifat sementara atau permanen berupa terganggunya kemampuan bicara, penglihatan, keseimbangan tubuh, dan perasaan. Serangan stroke bisa merupakan lanjutan dari hipertensi namun dapat juga merupakan gejala awal serangan hipertensi.

Berdasarkan penelitian para ahli, gejala penyakit tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh faktor genetik sebenarnya sudah ada sejak usia antara 20-30 tahun tetapi biasanya baru muncul pada usia 50 tahunan. Jika salah satu orang tua menderita tekanan darah tinggi atau pernah mendapatkan serangan stroke sebelum usia 70 tahun, kemungkinan terjdi serangan stroke pada anak adalah 1 : 3. Jika kedua orang tuanya menderita tekanan darah tinggi, resiko meningkat menjadi 3 : 5. Namun, jika kedua orangtua mempunyai harapan hidup hingga usia 80 tahun, resikonya akan mengecil.

Tekanan darah tinggi dalam jangka waktu lama tanpa perawatan yang baik dapat mengakibatkan kerusakan ginjal. Sebaliknya, berbagai jenis penyakit ginjal yaitu nefritis dan glomerulonefritis dapat menimbulkan tekanan darah tinggi.

Kelebihan berat badan juga merupakan faktor resiko tekanan darah tinggi. Walaupun tidak semua orang yang kegemukan menderita hipertensi, tetapi keduanya sering terjadi bersamaan. Hal ini di duga berkaitan dengan pola makan pada orang yang gemuk

Untuk mengurangi resiko terkena penyakit tekanan darah tinggi, dianjurkan untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Mengendalikan emosi serta mencoba bersikap tenang dalam menghadapi masalah

2. Mengendalikan kelebihan berat badan

3. Mengurangi konsumsi garam dalam makanan. Sepertiga penderita tekanan darah tinggi kemungkinan peka terhadap unsur natrium dalam makanan. Natrium terutama terdapat dalam garam, juga dalam zat-zat aditif pada makanan misalnya monosodium glutamat (MSG) atau natrium benzoat

4. Memperbanyak konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan segar

Posted in Tanda-Tanda Darah Tinggi | Tagged , , , , , | Leave a comment