Penyebab Darah Tinggi

Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi ditandai dengan naiknya tekanan darah di atas 140 mmHg sistolik dan diatas 90 mmHg diastolik sebab menurut standar WHO, tekanan darah yang normal adalah 100-140 mmHg sistolik dan 60-90 mmHg diastolik. Penyebab penyakit belum terungkap dengan pasti, namun faktor-faktor resiko penyakit ini yang telah diidentifikasi oleh pada ahli antara lain adalah faktor keturunan, umur, obesitas, alkohol, rokok, kurang aktivitas, dan kelebihan konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan garam.

Naiknya tekanan darah berkaitan erat dengan emosi terutama emosi yang negatif, misalnya cemas, takut dan perasaan marah yang berlebihan. Meskipun emosi hanya muncul sebentar tetap akan menyebabkan energi terkuras. Energi yang  hanya membuat orang tegang itu menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat dan tekanan darah meningkat. Meningkatnya tekanan darah ditandai dengan gejala-gejala seperti pusing, muka merah, sakit kepala, tengkuk terasa pegal, dan tiba-tiba keluar darah dari hidung.

Tekanan darah tinggi yang tidak segera diatasi dapat mengakibatkan serangan jantung, ginjal, perdarahan pada selaput bening mata (retina), dan yang paling ditakutkan adalah terjadinya kelumpuhan dan disebabkan pecahnya pembuluh darah di otak (stroke). Stroke bisa bersifat sementara atau permanen berupa terganggunya kemampuan bicara, penglihatan, keseimbangan tubuh, dan perasaan. Serangan stroke bisa merupakan lanjutan dari hipertensi namun dapat juga merupakan gejala awal serangan hipertensi.

Berdasarkan penelitian para ahli, gejala penyakit tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh faktor genetik sebenarnya sudah ada sejak usia antara 20-30 tahun tetapi biasanya baru muncul pada usia 50 tahunan. Jika salah satu orang tua menderita tekanan darah tinggi atau pernah mendapatkan serangan stroke sebelum usia 70 tahun, kemungkinan terjdi serangan stroke pada anak adalah 1 : 3. Jika kedua orang tuanya menderita tekanan darah tinggi, resiko meningkat menjadi 3 : 5. Namun, jika kedua orangtua mempunyai harapan hidup hingga usia 80 tahun, resikonya akan mengecil.

Tekanan darah tinggi dalam jangka waktu lama tanpa perawatan yang baik dapat mengakibatkan kerusakan ginjal. Sebaliknya, berbagai jenis penyakit ginjal yaitu nefritis dan glomerulonefritis dapat menimbulkan tekanan darah tinggi.

Kelebihan berat badan juga merupakan faktor resiko tekanan darah tinggi. Walaupun tidak semua orang yang kegemukan menderita hipertensi, tetapi keduanya sering terjadi bersamaan. Hal ini di duga berkaitan dengan pola makan pada orang yang gemuk

Untuk mengurangi resiko terkena penyakit tekanan darah tinggi, dianjurkan untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Mengendalikan emosi serta mencoba bersikap tenang dalam menghadapi masalah

2. Mengendalikan kelebihan berat badan

3. Mengurangi konsumsi garam dalam makanan. Sepertiga penderita tekanan darah tinggi kemungkinan peka terhadap unsur natrium dalam makanan. Natrium terutama terdapat dalam garam, juga dalam zat-zat aditif pada makanan misalnya monosodium glutamat (MSG) atau natrium benzoat

4. Memperbanyak konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan segar


=====================================

>>> Kapsul Cellery Membantu Mencegah, Mengatasi dan Mengobati Hipertensi (Darah Tinggi), Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Tanda-Tanda Darah Tinggi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>